Pola Makan 4J Tekan Risiko Kanker Usus
Jumat, 28 Maret 2014 | 10:45 WIB
/Ilustrasi
Kanker usus besar (kolorektal) merupakan
salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian tinggi, baik pada pria
maupun wanita. Bahkan, menurut data GLOBOCAN dari WHO pada 2012, kanker
kolorektal merupakan penyebab kematian nomor empat dari keseluruhan
jenis kanker.
Menurut dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro, risiko kanker
usus besar dapat ditekan dengan pola makan yang sehat. Alasannya, kanker
usus besar merupakan kanker yang tumbuh di dinding usus besar yang
kesehatannya sangat ditentukan oleh pola makan yang sehat.
"Prinsipnya pola makan sehat harus memperhatikan empat faktor,
yaitu 4J, jumlah, jenis, jadwal, dan jurus masak," katanya dalam acara
seminar media dalam rangka memperingati Colorectal Cancer Awareness
Month di Jakarta, Kamis (27/3/2014).
1. Jumlah
Samuel mengatakan, jumlah makanan yang dimakan harus lengkap dan
seimbang. Lengkap artinya meliputi semua zat gizi, yaitu karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Seimbang artinya semua zat
gizi tersebut perlu dimakan sesuai dengan porsinya, tidak terlalu
sedikit ataupun terlalu berlebihan.
2. Jenis
Jenis makanan menentukan dampaknya pada kesehatan tubuh. Makanan
yang berbahaya memicu kanker usus besar, jelas Samuel, antara lain
alkohol, daging merah, garam, sukrosa, dan makanan yang mengandung lemak
jenuh.
Sementara itu, makanan yang direkomendasikan untuk membantu
mencegah kanker usus besar, antara lain makanan yang banyak mengandung
serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, sereal, beras merah, dan
bekatul.
3. Jadwal
Jadwal makan perlu dilakukan dengan jumah dan waktu yang benar.
Dalam sehari, seseorang sebaiknya makan tiga kali sehari yang meliputi
sarapan, makan siang, dan makan malam. Jika ingin makan camilan,
sebaiknya dipilih juga yang sehat, seperti buah-buahan.
"Untuk menjaga sistem pencernaan tetap lancar, dibutuhkan konsumsi buah 10 kali sehari dan sayur lima kali sehari," ujar Samuel.
4. Jurus masak
Jurus atau cara mengolah makanan merupakan hal yang penting dalam
menentukan sehat atau tidaknya makanan. Makanan yang sebenarnya sehat
tetapi dimasak dengan cara yang tidak sehat akan mengurangi zat gizinya
dan menambah risikonya. Misalnya, kacang memiliki gizi yang baik, tetapi
ketika diolah dengan cara digoreng, maka akan mengandung lemak jenuh
pula yang tidak baik bagi kesehatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar