Kucing Sebabkan Gangguan Cemas

Pelihara Kucing Bisa Sebabkan Gangguan Cemas

Selasa, 27 Oktober 2015 | 13:00 WIB
shutterstock ilustrasi
 
 

Berita Terkait

  • Tak Cuci Tangan Sebabkan Ibu Hamil Terinfeksi Toksoplasma
  • Bahaya Lain dari Virus di Kotoran Kucing
  • Kurangi Stres dengan Menonton Video Tingkah Kucing
  • Nonton Video Kucing Bisa Hilangkan Kantuk di Siang Hari
  • Ketika Kucing Deteksi Kanker di Tubuh Tuannya
KOMPAS.com – Memelihara kucing memang bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan, seperti mengurangi stres dan membuat suasana hati pemiliknya jadi lebih baik. Akan tetapi, bisa kucing peliharaan juga dapat menularkan parasit Toksoplasma gondii.
Menurut penelitian, Toksoplasma gondi bisa menyebabkan seseorang mengalami masalah pada otak, yakni berisiko mengalami gangguan cemas. Peneliti dari Universitas Michigan mengambil sampel darah dari 450 orang dewasa  yang diperiksa antibodi terhadap tokso.

Peneliti kemudian meneliti para peserta yang telah didiagnosis gangguan cemas umum.  Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal Brain, Behaviour and Immunity ini, orang-orang yang terinfeksi parasit toksoplasma, dua kali lebih berisiko terkena gangguan cemas.
Di Inggris, sekitar 7 persen dari populasi memunculkan gejala infeksi tokso, seperti detak jantung berdegup kencang, sesak napas, hingga rasa takut secara mendadak. Parasit tersebut diduga menyerang bagian otak manusia.
Penelitian sebelumnya juga pernah mengaitkan infeksi parasit toksoplasma dengan masalah pada otak, yaitu meningkatkan risiko skizofrenia dan gangguan belajar pada anak-anak.

Menurut penelitian, toksoplasma dapat mengganggu keseimbangan kimia yang normal di dalam otak manusia. Parasit juga dapat memicu aktivitas berlebih di amigdala, yaitu bagian otak yang berkaitan dengan kecemasan manusia.
Toksoplasma merupakan parasit yang bisa ditemukan pada kotoran kucing. Pada ibu hamil, toksoplasma bisa berdampak buruk bagi kesehatan janin. Pada dasarnya hampir 90 persen orang yang terinfeksi virus tokso tidak memiliki gejala. Virus ini akan bersembunyi di dalam tubuh dan dapat aktif kembali saat kekebalan tubuh seseorang sangat rendah.

Namun, menurut peneliti kasus ini sangat sedikit terjadi. Tidak perlu khawatir untuk memelihara kucing. Terpenting adalah menjaga kebersihan kucing perliharaan. Gunakanlah sarung tangan saat membersihkan kotoran kucing dan mencuci tangan pakai sabun setelahnya.

Pratiwi Dwiyanti Hartina

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar